Aswaja Magazine

0
Alhamdulillah pada kesempatan Ramadhan kali ini saya bisa menjalani Ibadah Puasa di Kota Tarim untuk pertama kalinya, di mana tahun-tahun sebelumnya saya lalui di Indonesia. Nah, ada hal yang sangat menarik perihal pelaksanaan Salat Tarawih di Kota Tarim, di mana Kota yang memiliki 367 Masjid ini mempunyai jadwal Salat Tarawih yang berbeda-beda satu sama lain. 

Ambil saja contoh, Masjid Jamal Al-Lail, Masjid Sahl, dan Masjid Al-Birr misalnya, konsisten menggelar Salat Tarawih pkl. 21.00 sampai 22.00 waktu setempat. Masjid Ba'alawy dimulai pkl. 23.00. Disusul berikutnya oleh Masjid Al-Muhdhar pada pkl. 00.30. Sedangkan Masjid Jami’ Tarim, yang merupakan pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat, baru memulainya pada pkl. 01.30 dan berakhir pkl. 02.30.

Jadi, dalam semalam seseorang bisa melakukan Salat Tarawih sampai 100 rakaat kalau ia mau dan mampu, karena Nabi Muhammad SAW sendiri tidak pernah membatasi jumlah bilangan rakaat Tarawih. Hanya saja sejak masa Khalifah Umar Bin Khattab sampai pada masa para Imam Madzhab, Tarawih dengan berjama'ah di Masjid dilakukan dengan bilangan 20 rakaat dan ini yang berlangsung pula di Masjidil Haram dari masa Sahabat sampai sekarang, sedangkan di Madinah dilakukan sebanyak 36 atau 46 rakaat ditambah 3 rakaat Witir dan inilah Madhazbnya Imam Malik. Sedangkan Habib Umar Hafiz sendiri mengambil 3 jadwal Salat Tarawih atau 60 rakaat. Dan kami, Mahasiswa Fakultas Ilmu Syariah Imam Shafie College hanya mengambil jadwal Tarawih di Masjid Ba'Alawy saja.

Nah, lebih uniknya lagi Salat Tarawih yang dilaksanakan di Masjid Ba'Alawy ini tidak ada perubahan sejak awal Masjid ini didirikan yaitu pada abad ke 6 Hijriyah. Di mana pada masa itu Tokoh Pemukanya adalah Faqih Al-Muqoddam Al-Habib Muhammad Bin Ali Ba'Alawy yang tak lain beliau adalah Tokoh Panutan dalam Thariqah 'Alawiyah.

Waktu pelaksanaan Salat Tarawih dimulai dari pkl. 23.00 dan berakhir pkl. 00.15 waktu setempat. Di mana pelaksanaannya diawali dengan Salat Isya', kemudian Wirid setelah Salat, Salat Ba'diyah, baru setelah itu Salat Tarawih 20 rakaat disertai Salat Witir 3 rakaat.

Uniknya lagi, Nada dalam bacaan Al-Qur'an dan pemilihan Suratnya juga tidak berubah sejak awal Masjid ini didirikan, yaitu untuk Salat Tarawih membaca Surat Adh-Dhuha sampai Surat An-Nas, sedangkan Salat Witir di rakaat pertama Surat Al-A'la, rakaat kedua Surat Al-Kafirun dan satu rakaat akhir yang terpisah dengan membaca tiga surat sekaligus yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas. Hal ini tak lain pula karena Imamnya adalah turun-temurun dari anak-cucu Faqih Al-Muqoddam.

Kemudian, hal unik lainnya adalah Pembacaan Qashidah yang menggunakan tiga Kitab Panduan Qashidah setelah Salat Witirnya, yaitu Al-Watariyah, Al-Fazzaziyah dan Al-Qawafi. Di mana setiap malamnya membaca satu Qasidah dari setiap Kitab dengan 3 orang pembaca yang menyenandungkan masing-masing dari tiap Kitab. Dan Pembacaan Qashidah ini juga sudah berlangsung sejak berabad-abad silam.

Nah, di sela-sela Jama'ah yang terhanyut dalam lantunan merdu Suara Pembaca Qashidah tersebut, berjejerlah para pelayan Masjid membagikan Air Dingin ke tiap Jama'ah. Selesai membagikan Air Dingin, para Pelayan Masjid membagikah Gahwah yaitu Kopi khas Yaman dan terkadang ada pula sajian Teh Jahe dalam keadaan panas yang dituangkan dalam cawan kecil seperti cawan yang biasa kita jumpai saat berkunjung ke orang yang baru datang Haji yang memberi tuangan Air Zam-Zam.

Kemudian, setelah Qashidah selesai dilantunkan barulah buku panduan Do'a Ramadhan dibagikan dan dibaca secara serentak. Setelah selesai membaca Do'a barulah Jama'ah bubar, entah ke rumah atau melanjutkan Tarawih lagi di Masjid Lainnya. []

Oleh : Imam Abdullah El-Rashied
Mahasiswa Fakultas Ilmu Syariah di Imam Shafie College, Hadramaut - Yaman.

https://www.google.com/contributor/welcome/?utm_source=publisher&utm_medium=banner&utm_campaign=ca-pub-2925047938169927
Visit Dukung Aswaja Magazine dengan menjadi Kontributor

Sudah berapa lama Anda menahan rindu untuk berangkat ke Baitullah? Melihat Ka’bah langsung dalam jarak dekat dan berkesempatan berziarah ke makam Rasulullah. Untuk menjawab kerinduan Anda, silahkan klik Mubina Tour Indonesia | Follow FB Fanspages Mubina Tour Indonesia - Sub.

Post a Comment Blogger

 
Top